Istilah iklan sudah familiar dengan dengan kehidupan sehari-hari, entah itu iklan di tv, internet, majalah, koran, banner, selebaran, baliho dan sebagainya. Dalam pelajaran di sekolah pun iklan juga merupakan salah satu materi yang dipelajari.
Iklan dapat dibaca dan dilihat hampir di semua tempat. Seakan-akan iklan mengikuti ke mana saja manusia pergi sepanjang hari. Di rumah, di jalanan, di pasar, di sekolah, dan di tempat-tempat lainnya hampir selalu bertemu iklan. Iklan telah mengepung dari berbagai penjuru dan sepanjang waktu. Iklan memungkinkan untuk mampu menembus hampir semua celah kehidupan setiap orang. Apa sebenarnya iklan, poster, dan Slogan?
A. Pengertian Iklan, Slogan, dan Poster
1. Iklan
Iklan merupakan salah bagian dari industri perdagangan. Perusahaan-perusahaan ataupun perorangan menawarkan barang atau jasa yang dimilikinya melalui iklan. Iklan dapat diartikan sebagai pemberitahuan yang bertujuan
mendorong atau membujuk khalayak. Dengan iklan tersebut diharapkan khalayak akan terbujuk untuk membeli barang atau jasa yang diberitahukan itu.
Aspek
Keterangan
Ciri-ciri Iklan
Informatif
Bahasanya mudah dimengerti dan diingat masyarakat
Menarik perhatian dan bersifat mengajak penonton/pembaca untuk membeli/menggunakan barang atau jasa yang telah diiklankan
Syarat Iklan
Kata dan bahasanya tertata dan tidak memiliki tafsir ganda.
Bahasa yang dipakai menarik dan mudah diingat-ingat oleh masyarakat.
Tidak boleh merendahkan atau menghina produk sejenis dari perusahaan lain.
Tidak boleh berbohong, harus apa adanya.
Iklan harus dibuat dengan memperhatikan tata bahasa, etika, sopan santun, target pasar, dan lain-lain.
Manfaat Iklan
Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat
Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan
2. Slogan Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntuntan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Slogan sering pula disebut moto atau semboyan. Slogan lebih mengutamakan kepadatan makna dan kehematan kata-kata. Beberapa contoh slogab antara lain sebagai berikut :
Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. (Slogan tentang perlunya mengutamakan kesetaraan antarsesama.)
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (Slogan tentang perlunya persatuan dan kesatuan.)
Tiada hari tanpa prestasi. (Slogan tentang pentingnya mengukir prestasi setiap hari.)
Sehat Itu Mahal, Maka Kita Harus Bisa Menjaga Kesehatan (Slogan tentang pentingnya menjaga kesehatan)
Didalam Tubuh yang Sehat Terdapat Jiwa yang Kuat (Slogan tentang pentingnya berolah raga)
Mari Bersama Menjaga Lingkungan Demi Kehidupan yang Lebih Baik (Slogan tentang menjaga kelestarian lingkungan)
Kebersihan Merupakan Sebagian Daripada Iman (Slogan tentang pentingnya menjaga kebersihan)
Hentikan Pemanasan Global Sekarang Juga (Slogan tentang pengurangan pemanasan global)
Biasanya slogan dibuat untuk mengajak seseorang untuk melaksanakan sesuatu, baik itu untuk membeli suatu produk, atau menaati suatu aturan yang telah dibuat. Karena itu sudah sepantasnya penggunaan kata perlu diperhatikan dan kalimat yang digunakan jangan terlalu panjang.
Slogan memiliki ciri yang membedakan dengan iklan maupun poster. Beberapa ciri yang dapat dikenali dari slogan antara lain sebagai berikut.
Terdiri dari beberapa kata saja dan menarik karena tujuan utamanya adalah agar mudah diingat.
Menjelaskan tentang sesuatu, apakah itu suatu produk atau layanan masyarakat.
Slogan juga bisa berupa semboyan sebuah organisasi atau masyarakat.
3. Poster Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang dipajang di tempat- tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada khalayak. Poster mengandalkan perpaduan gambar dan kata-kata. Poster lazimnya dipasang di tempat- tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan ataupun slogan dalam hal bahasanya. Poster menggunakan kata-kata singkat, jelas, menarik, dan lengkap.
Poster dibuat untuk berbagai tujuan dan isinya. Ada beberapa macam jenis poster berdasarkan Isinya yaitu:
Poster Niaga, poster ini berisi mengenai suatu produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Poster niaga ini banyak digunakan oleh para produsen suatu produk untuk mengenalkan produknya kepada halayak umum dengan harapan akan bisa meningkatkan penjualan.
Poster Kegiatan, poster ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai suatu acara atau event. Didalam poster ini biasanya terpampang nama dari acara, lokasi serta waktu kapan dimulainya acara. Penggunaan poster ini bertujuan agar ada banyak orang yang hadir dan meramaikan acara tersebut.
Poster Pendidikan, poster jenis ini berisi tentang hal-hal yang bertemakan pendidikan, seperti sosialisasi sebuah program, serta ajakan untuk giat dalam belajar.
Poster Layanan Masyarakat, poster ini berisi mengenai sosialisasi tentang program baru yang dibuat oleh pemerintah kepada masyarakat.
B. Fungsi atau Tujuan Tujuan iklan, slogan ataupun poster sama saja yaitu untuk membujuk khalayak berbuat sesuatu, entah membeli atau menurutinya. Iklan tidak hanya bertujuan untuk menawarkan produk. Iklan juga turut berpengaruh dalam membentuk gaya hidup, kebiasaan, selera, dan jati diri seseorang dan masyarakat. Berikut tujuan atau fungsi iklan lainnya.
Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik suatu produk juga berbagai manfaat yang mereka peroleh.
Fungsi transformasional, iklan berusaha untuk mengubah sikap-sikap yang dimiliki oleh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses.
Unsur-unsur iklan, slogan ataupun poster: - Iklan : gambar kata-kata, gerak, suara - Slogan : kata-kata dan suara - Poster : gambar dan kata-kata
C. Unsur-unsur Pembentuk Iklan, poster dan slogan terdiri dari beberapa unsur yang membangun ketiganya. Adapun maksud iklan itu sendiri dapat dipahami secara lebih lengkap berdasarkan unsur-unsur pembentuknya, yang meliputi sumber, pesan, media, penerima, efek, umpan balik, dan konteks.
Sumber adalah pemasang iklan, yang berinisatif, dan penyandang dana dari pemasangan suatu iklan..
Pesan adalah informasi yang disampaikan. Wujudnya bisa berupa pesan verbal dan pesan nonverbal.
Media adalah sarana yang digunakan, misalnya media cetak, elektronik, dan sarana-saran lainnya.
Penerima adalah individu atau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran atau objek iklan.
Efek adalah perubahan yang terjadi pada diri penerima, baik itu dalam aspek sikap, pola pikir, perilaku, kebiasaan, dan pola hidup.
Umpan balik adalah tanggapan, reaksi, atau respons yang dikehendaki dari penerima pesan, misalnya dengan membeli produk yang ditawarkan dan menolak pemakaian narkoba.
D. Maksud Suatu Iklan Pola penyajian dan isi iklan sangatlah beragam. Berdasarkan isinya, ada iklan pemberitahuan, iklan layanan masyarakat, dan iklan penawaran. Klasifikasi periklanan lainnya sebagai berikut.
Iklan strategis, digunakan untuk membangun merek ataupun citra positif suatu perusahaan.
Iklan taktis, dirancang untuk mendorong konsumen agar segera melakukan respons dengan merek tertentu. Pada umumnya iklan ini memberikan penawaran khusus jangka pendek yang memacu konsumen memberikan respons pada hari yang sama.
E. Perbedaan Iklan, Slogan dan Poster Berdasarkan contoh-contoh sebelumnya tampak perbedaan antara iklan, slogan, dan poster. Berikut perbedaan antara iklan, slogan, dan poster.
Iklan merupakan teks persuatif yang memadukan unsur gambar dengan kata-kata, unsur gerak, dan suara.
Slogan merupakan teks persuatif yang mengutamakan unsur kata-kata.
Poster merupakan teks persuatif yang mengutamakan kekuatan gambar dan kata-kata; dipajang di tempat-tempat umum.
Pengertian Puisi, Jenis-jenis, Contoh dan Cara Membuat Puisi
Pengertian Puisi– Siapa sih yang tidak suka dengan puisi? Kata-kata yang indah dengan syair yang penuh makna. Kadang ketika membaca atau mendengarkan puisi bahkan bisa sampai baper (bawa perasaan).
Tapi tahukan kalian yang dimaksud puisi itu apa? Sebelum memulai membuat puisi, pembaca sebaiknya mengetahui pengertian atau makna puisi terlebih dahulu.
Daftar Isi
Pengertian Puisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Puisi atau sajak merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait. Biasanya puisi berisi ungkapan penulis mengenai emosi, pengalaman maupun kesan yang kemudian dituliskan dengan bahasa yang baik sehingga dapat berima dan enak untuk dibaca.
Beberapa para ahli dalam bidang sastra telah menjelaskan pengertian puisi, salah satunya adalah H.B Jassin, menurut beliau puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Sumardi, juga berpendapat bahwa puisi adalah sebuah karya sastra dengan menggunakan bahasa yang telah dipadatkan, dipersingkat serta diberi irama bunyi sehingga dan memiliki kata-kata bermakna kiasan atau imajinatif. James Reeves mengemukakan pula pengertian puisi. Menurut James puisi adalah ungkapan bahasa yang memiliki kaya serta daya pikat.
Selain Sumardi, H.B Jassin serta James Reeves, ahli sastra lain yaitu Herman waluyo berpendapat bahwa puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa dalam struktur fisik serta struktur batin.
Dari pengertian yang dikemukakan oleh para ahli dan KBBI dapat disimpulkan bahwa :
Puisi adalah karya sastra yang berisi tanggapan serta pendapat penyair mengenai berbagai hal. Pemikiran penyair ini kemudian dituangkan dengan menggunakan bahasa-bahasa apik serta memiliki struktur batin dan fisik khas penyair.
Pemikiran penyair dituliskan dengan menggunakan beragam pemilihan kata yang indah, sehingga dapat memikat para pembaca. Puisi memiliki nilai estetika yang berbeda-beda bergantung penulis puisi. Setiap penyair biasanya memiliki kekhasan dalam menulis puisinya.
Jenis-Jenis Puisi
Puisi memiliki dua jenis yang umum, yaitu puisi lama serta puisi modern. Jenis-jenis puisi lama berupa pantun, syair, talibun, mantra dan gurindam. Sedangkan jenis-jenis puisi modern berupa puisi naratif, puisi lirik dan puisi deskriptif. Puisi modern biasa disebut puisi bebas, karena tidak terikat oleh rima, jumlah baris dan lain sebagainya.
Puisi lama, yaitu mantra merupakan jenis puisi yang dicipatakan dalam kepercayaan animism, biasanya dibacakan dalam acara ritual kebudayaan serta menggunakan kata yang dapat menimbulkan efek bunyi magis.
Pantun merupakan jenis puisi lama yang bersajak a b a b dengan setiap baris terdiri atas empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi. Sedangkan talibun terdiri dari sampiran dan isi lebih dari empat baris dan selalu genap, contohnya dua baris sampir dan dua baris isi.
Syair memiliki larik empat bait dan bersajak a a a a serta isinya mengisahkan suatu hal, dan gurindam merupakan jenis puisi lama yang terdiri atas dua baris, berirama sama, isinya baris pertama adalah sebab sedangkan baris kedua berisi akibat.
Jenis puisi modern, yaitu puisi naratif merupakan puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita, dibedakan menjadi tiga yaitu epic, romansa dan balada. Jenis kedua puisi modern adalah puisi lirik yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan penyair, jenis terakhir puisi moderen adalah puisi deskriptif, yaitu puisi yang mengemukakan pendapat serta kesan penyair.
Contoh Puisi Berdasarkan Jenisnya
Setelah mengetahui jenis-jenis puisi, untuk lebih paham maka berikut contoh-contoh puisi yang dapat penulis rangkum.
1. Mantra
Puisi lama mantra biasanya memiliki kata atau ucapan yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Contohnya adalah salah satu mantra yang dipercaya dapat mengobati sakit perut :
Gelang-gelang si gali-gali
Malukut kepada padi
Air susu kerus asalmu jadi
Aku sapa tidak berbunyi
Sapardi Djoko Damono (2016)
Jampi Dukun Betawi
Bismillah… Mate jangan seliat-liatnye Kuping jangan sedenger-dengernye Lidah jangan sengomo-ngomongnye. Mulut jangan semakan-makannye. Muke jangan semerengut-merengutnya. Bibir jangan sedower-dowernye. Purut jangan sebuncit-buncitnye. Jidat jangan selicin-licinnye. Pale jangan sebotak botaknye. Tangan jangan sepegang-pegangnye. Kaki jangan sejalan-jalannye. Kulit jangan sebuduk-buduknye.
Pantun adalah puisi lama yang memiliki sajak abab dan setiap baris berisi delapan sampai 12 suku kata. Berikut salah satu contoh pantun:
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
3. Gurindam
Puisi lama gurindam memiliki ciri-ciri yaitu terdapat bait yang terdiri dari dua baris serta bersajak a-a-a-a.
Berikut salah satu contoh gurindam:
Pikir dahulu sebelum berkata Supaya terelak silang sengketa
Apabila anak tak dilatih Jikalau besar bapaknya letih
Kurang pikir kurang siasat Tentu dirimu kelak tersesat
Pekerjaan marah jangan dibela Nanti hilang akal di kepala
Tanda orang yang amat celaka Aib dirinya tiada disangka
Contoh 2
Apabila mata terjaga.
Hilanglah semua dahaga.
Apabila kuping tertutup handuk. Hilanglah semua kabar buruk.
Apabila mulut terkunci rapat. Hilanglah semua bentuk maksiat.
Apabila tangan tidak terikat rapat. Hilanglah semua akal sehat.
Apabila kaki tidak menapak. Larilah semua orang serempak
4. Syair
Syair adalah puisi lama yang biasanya berisi nasihat atau cerita, syair bersajak a-a-a-a serta berisi empat baris dalam satu bait. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut:
Ilmu didapat tiada cepat Mesti sabar hatinya kuat Semoga tuhan berikan rahmat Maka jaga hati serta niat
5. Talibun
Talibun merupakan puisi lama yang termasuk dalam jenis pantun serta terdiri dari bilangan genap pada setiap satu baitnya. Contoh talibun adalah sebagai berikut:
Pergi merantau jauh ke negeri seberang Janganlah lalai membawa perbekalan berupa makanan Jika tersesat di perjalanan ingatlah peta yang kau bawa Serta jangan malu mendatangi orang untuk bertanya Jika engkau berbuat baik kepada semua orang Niscaya kebaikan pula yang akan engkau dapatkan Sudahlah engkau kan dapat pahala Di dunia pun engkau akan hidup bahagia
6. Puisi Romansa
Romansa merupakan puisi moderen dan berisikan mengenai kisah cinta atau perasaan penyair tentang cinta, salah satu contoh puisi romansa adalah sebagai berikut:
Aku Ingin,
oleh Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
PacarSenja,
oleh Joko Pinurbo
Senja mengajak pacarnya duduk-duduk di pantai. Pantai sudah sepi dan tak ada yang peduli. Pacar senja sangat pendiam: ia senyum-senyum saja mendengarkan gurauan senja. Bila senja minta peluk, setengah saja, pacar senja tersipu-sipu. “Nanti saja kalau sudah gelap. Malu dilihat lanskap.”
Cinta seperti penyair berdarah dingin yang pandai menorehkan luka. Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya.
Tak terasa senyap pun tiba: senja tahu-tahu melengos ke cakrawala, meninggalkan pacar senjayang masih megap-megap oleh ciuman senja.
“Mengapa kau tinggalkan aku sebelum sempat kurapikan lagi waktu? Betapa lekas cium menjadi bekas. Betapa curangnya rindu.
Awas, akan kupeluk habis kau esok hari.” Pantai telah gelap. Ada yang tak bisa lelap. Pacar senja berangsur lebur, luluh, menggelegak dalam gemuruh ombak.
Cinta Tanpa Tanda,
Oleh Sujiwo Tejo
Telah ku tandakan semesta cintaku kau tandaskan cinta tanpa tanda Kuhasratkan isyarat sahaja kau isyaratkan pintaku terlampau terlampau berprasyarat cintaku Kau isyaratkan cinta tanpa tanda
Berulang berbulan berwewinduan (kurindu) Kupejam kutajamkan asah rasa (kubaca tanda) Mata kubutakan terawangku hanya dengan rasa (kubaca tanda) Kuping hidung lidah rabaanku pun telah kuenyahkan (kubaca tanda) Tipu daya panca indrapun telah tuntas kusingkirkan (kubaca tanda) Kutandai kurasai semesta yang tak kasat mata Katamu kumasih jadi budak pancaindra yang membuatku terkecoh
7. Balada
Balada merupakan salah satu jenis puisi moderen yang menggambarkan cerita, puisi balada terdiri dari tiga bait, berikut adalah contoh dari puisi balada.
Balada Orang-Orang Tercinta,
oleh W.S Rendra
Kita bergantian menghirup asam Batuk dan lemas terceruk Marah dan terbaret-baret Cinta membuat kita bertahan dengan secuil redup harapan
Kita berjalan terseok-seok Mengira lelah akan hilang di ujung terowongan yang terang Namun cinta tidak membawa kita memahami satu sama lain
Kadang kita merasa beruntung Namun harusnya kita merenung Akankah kita sampai di altar Dengan berlari terpatah-patah Mengapa cinta tak mengajari kita Untuk berhenti berpura-pura?
Kita meleleh dan tergerus Serut-serut sinar matahari Sementara kita sudah lupa rasanya mengalir bersama kehidupan Melupakan hal-hal kecil yang dulu termaafkan
Mengapa kita saling menyembunyikan Mengapa marah dengan keadaan? Mengapa lari ketika sesuatu membengkak jika dibiarkan? Kita percaya pada cinta Yang borok dan tak sederhana Kita tertangkap jatuh terperangkap Dalam balada orang-orang tercinta
Perempuan yang Tergusur, oleh W.S Rendra
Hujan lebat turun di hulu subuh disertai angin gemuruh yang menerbangkan mimpi yang lalu tersangkut di ranting pohon
Aku terjaga dan termangu menatap rak buku-buku mendengar hujan menghajar dinding rumah kayuku. Tiba-tiba pikiran mengganti mimpi dan lalu terbayanglah wajahmu, wahai perempuan yang tergusur!
Tanpa pilihan ibumu mati ketika kamu bayi dan kamu tak pernah tahu siapa ayahmu. Kamu diasuh nenekmu yang miskin di desa. Umur enam belas kamu dibawa ke kota oleh sopir taxi yang mengawinimu. Karena suka berjudi ia menambah penghasilan sebagai germo.
Ia paksa kamu jadi primadona pelacurnya. Bila kamu ragu dan murung, lalu kurang setoran kamu berikan, ia memukul kamu babak belur. Tapi kemudian ia mati ditembak tentara ketika ikut demonstrasi politik sebagai demonstran bayaran.
Sebagai janda yang pelacur kamu tinggal di gubuk tepi kali dibatas kota Gubernur dan para anggota DPRD menggolongkanmu sebagai tikus got yang mengganggu peradaban. Di dalam hukum positif tempatmu tidak ada. Jadi kamu digusur.
Di dalam hujan lebat pagi ini apakah kamu lagi berjalan tanpa tujuan sambil memeluk kantong plastik yang berisi sisa hartamu? Ataukah berteduh di bawah jembatan?
Impian dan usaha bagai tata rias yang luntur oleh hujan mengotori wajahmu. kamu tidak merdeka. Kamu adalah korban tenung keadaan. Keadilan terletak di seberang highway yang berbahaya yang tak mungkin kamu seberangi.
Aku tak tahu cara seketika untuk membelamu. Tetapi aku memihak kepadamu. Dengan sajak ini bolehkan aku menyusut keringat dingin di jidatmu?
O,cendawan peradaban! O, teka-teki keadilan!
Waktu berjalan satu arah saja. Tetapi ia bukan garis lurus. Ia penuh kelokan yang mengejutkan, gunung dan jurang yang mengecilkan hati, Setiap kali kamu melewati kelokan yang berbahaya puncak penderitaan yang menyakitkan hati, atau tiba di dasar jurang yang berlimbah lelah, selalu kamu dapati kedudukan yang tak berubah, ialah kedudukan kaum terhina.
Tapi aku kagum pada daya tahanmu, pada caramu menikmati setiap kesempatan, pada kemampuanmu berdamai dengan dunia, pada kemampuanmu berdamai dengan diri sendiri, dan caramu merawat selimut dengan hati-hati.
Ternyata di gurun pasir kehidupan yang penuh bencana semak yang berduri bisa juga berbunga. Menyaksikan kamu tertawa karena melihat ada kelucuan di dalam ironi, diam-diam aku memuja kamu di hati ini.
8. Epik
Puisi epic merupakan salah satu jenis puisi moderen yang berisi tuntutan atau ajaran hidup serta memiliki cerita kepahlawanan. Berikut adalah contoh-contoh puisi epik oleh beberapa sastrawan Indonesia.
Diponegoro,
Oleh Chairil Anwar (Februari 1943)
Di masa pembangunan ini Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. Pedang di kanan, keris di kiri Berselempang semangat yang tidak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri Menyediakan api.
Punah di atas menghamba Binasa di atas ditinda.
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai Jika hidup baru bisa merasai.
Maju. Serbu. Serang. Terjang.
Karawang-Bekasi,
Oleh Chairil Anwar
Kami yang ingin terbaring antara Karawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu. Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yan tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa, Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami Teruskan, teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat Beri kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Keang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
Cara Menulis Puisi
Ada beberapa cara yang dapat pembaca terapkan untuk memulai menulis puisi.
Tahap pertama adalah membuat kerangka puisi, dimulai dari jenis puisi yang ingin ditulis. Jika pembaca ingin menulis puisi lama, maka irama, rima sajak harus ditentukan terlebih dahulu agar pesan yang ingin disampaikan dapat dimengerti oleh pembaca puisi.
Tahap kedua yaitu menentukan judul, penentuan judul di awal dapat mempermudah pembaca untuk membatasi ungkapan atau emosi yang ingin disampaikan melalui puisi.
Tahap ketiga adalah proses kreatif yang dapat pembaca peroleh melalui membaca referensi serta puisi atau berimajinasi.
Dalam proses membuat puisi, penggunaan diksi tidak perlu terlalu sulit, cukup memulai dengan kata-kata yang familiar, dengan begitu pembaca akan mulai terbiasa untuk membuat ragam puisi lainnya. Selamat berpuisi.